Sabtu, 21 Januari 2017

Kepulauan Seribu
Kepulauan Seribu adalah sebuah wilayah nya yang meliputi gugusan  kepulauan di Teluk Jakarta. Anda akan menikmati keindahan wisata air di pulau ini.  Kepulauan Seribu memiliki banyak pulau – pulau indah lainnya, antara lain :
1.      Pulau Tidung
Pulau tidung adaalah tempat yang terkenal di kawasan  kepulauan Seribu. Tempat ini menjadi idola wisatawan yang menyukai laut biru. Pulau Tidung terdiri atas dua bagian, yaitu pulau Tidung besar dan kecil, yang kedua bagian pulau itu dihubungkan oleh sebuah jembatan panjang yang disebut dengan jembatan cinta. Jarak tempuh pulau Tidung sekitar 3 jam dari dermaga Muara Angke.
2.      Pulau Semak Daun
Pecinta alam budaya bawah laut harus datang menyaksikan keindahan bawah laut pulau Semak Daun. Tempat ini menjadi tujuan para wisata yang ingin menikmati pantai pasir putih. Di pulau ini tidak ada penginapan. Jadi, kalau berwisata ke pulau ini dan bermalam diharuskan untuk membawa tenda masing – masing dari rumah.
3.      Pulau Bira
Pulau Bira belum banyak dikunjungi wisatawan keramaian, jadi suasananya msih terjaga.untuk sampai ke pulau ini harus transit di pulau Pramuka. Butuh perjuangan smapai ke pulau ini. Tapi, semuanya itu akan tergantikan dengan susana yang indah di pantai ini.
4.      Pulau Pari
Pulau Pari menawarkan produk wisata yang berbeda dengan pulau lainnya. Disini juga dapat menikmati suasana pantai pasih putih, budidaya rumput laut. Kegiatan lainnya yang bisa dilakukan di pantai ini adalah snorkling, diving , jalan santai dipasiran  putih yang lembut. Semua bisa dilakukan dipulau yang satu ini. Pulau Pari dijadikan sebagai penelitian kelautan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ).
5.      Pulau Harapan
Pantai ini memiliki sebuah jembatan kayu yang bisa digunakan untuk duduk santai sambil menggelantungkan kaki, pemandangan biru yang menyejukan mata, serta keindahan panorama bawah laut yang cocok untuk dikunjungi para wisatawan domestik. Dikawasan  dikenal dengan adanya terumbu karang  yang indah yang membuat para penyelam betah berlama – lama di dalam air.

6.      Pulau Bidadari
Pulau ini tidak terlau jauh dari Jakarta. Hanya sekitar 15 km dari Jakarta. Kawasan pulau bidadari ini memiliki sejarah yang cukup penting. Salah satu buktinya adalah keberadaan benteng pertahanan yang berdiri disana. Disekitar pulau bidadari juga tumbuh hutan mangrove yang dapat menambah pesona alam  pantai sekitarnya.
7.      Pulau Pramuka
Pulau Pramuka juga tak kalah menariknya untuk dijadikan tempat wisata. Ditempat ini bisa mendapat kesenangan dan ilmu. Di pulau ini jga bisa menikmati suasana liburan lau yang menyenangkan, kamu juga bisa belajar singkat tentang penyu sisik, karena di pulau ini, terdapat tempat pelestarian penyu sisik yang tergolong sebagai penyu yang langka .
8.      Pulau Ayer
Pulau ini memilki julukan sebagai Mutiara Kepulauan Seribu. Letak pulau ini hanya berjarah sekitar 14 km dari marine ancol. Daya tarik utama dari pulau Ayer adalah keberadaan cottage yang berada diatas laut dengan gaya etnik papua yang sangat tradisional.
9.      Pulau Kotok
Pulau Kotok adalah salah satu  tempat menyelam yang cukup menarik di kawasan Kepulauan Seribu. Vegetasi di pulau ini masih asli. Panorama bawah laut pulau ini benar – benar akan memanjakan mata.
10.  Pulau Putri
Pulau ini adalah pulau yang lumayan indah di Kepulauan Seribu. Sama seperti pulau lain pemandangan di tempat ini sangat menarik dari dalam lautnya yaitu di Taman Nasioanl Laut Pulau Seribu. Dan ini sangat mempesona.
11.  Pulau Sepa
Pulau ini juga cocok dijadikan tempat wisata kesenangan di kawasan Kepulauan Seribu. Pulau ini termasuk salah satu tujuan wisata yang memilki pesona indah bawah laut.
12.  Pulau Pantara
Pulau Pantara merupakan pulau terjauh yang berada di kawasan Kepulauan Seribu. Namun, fasilitas yang ada disana sangat lengkap. Pulau ini menawarkan resort – resort yang bisa di booking oleh para pengunjung. Pengunjung yang ingin berlibur disini diwajibkan untuk menginap. Walau lokasinya yang jauh, fasilitas yang ada di sini sangat lengkap. Seprti cottage, restoran, bar, kolam renang, ruang meeting, watersport, lapangan tenis dan dive shop. Pulau ini memang didesain murni untuk tujaun wisata.
Explore Kepulauan Seribu
 3 Hari 2 Malam

•      Day 1 : Meeting Point – Pulau Bidadari – Pulau Harapan
Wisatawan akan melakukan meeting point terlebih dahulu di Pelabuhan Muara Angke, setelah itu berangkat menuju Pulau Bidadari. Disana wisatawan akan menikmati indahnya pemandangan hutan mangrove. Sesudah mengunjungi Pulau Bidadari, wisatawan akan diajak untuk menikmati keindahan alam bawah laut di Pulau Harapan. Kamu akan diajak untukmengunjungi suaka elang bondol yang ada disana.
•      Day 2 : Pulau Bira – Pulau Pari
Di hari kedua perjalanan akan semakin menarik! Kamu akan diajak untuk mengunjungi keindahan alam bawah laut Pulau Bira dan birunya laut, disana kamu akan  snorkling dan diving bersama ikan-ikan lucu dan cantik. Setelah snorkling dan diving, kamu akan   melanjutkan  perjalanan ke Pulau Pari. Disana kamu bisa  mengadakan acara bebas bersama teman maupun keluarga, serta akan bermalam disana sekaligus menikmati indahnya malam di Pulau Pari.
•      Day 3 : Pulau Tidung – Foto Bersama – Back to the home
Di hari terakhir kamu akan mengunjungi salah satu spot  terbaik di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Tidung. Kamu bisa menikmati keindahan bawah laut dengan snorkling maupun diving dan bisa menikmati serunya terjun langsung dari jembatan cinta, lalu setelah itu kamu akan berfoto bersama dengan teman, pacar, atau keluarga sebelumnya akhirnya kembali ke tempat asal masing-masing. Kemudian setelah foto-foto kamu akan kembali ke aktivitas semula dan membawa kenangan yang  indah.
Include                                                                
•      Biaya Penyebrangan                                                  
•      Akomodasi                                                                                         
•      Barbecue                                                                                                                                
•      Alat Snorkling                                                                                                                        
•      Asuransi                                                                                                                     
•      Makan                                                                                                                        
•      Kapal untuk ke pulau                                                                                                             
•      Foto                                                                
•      Obat-obatan
•      Tiket masuk (Suaka Elang Bondol)
Exclude
•      Biaya PP
•      Alat Diving
•      Tambahan Objek Wisata
•      Tambahan biaya-biaya lain

HARGA PAKET
SS/SE              RP 1.360.000
DBL                Rp 1.250.000

Keterangan
Harga Single Suplement disediakan bagi tamu yang ingin menginap di kamar untuk seorang diri.
Harga Double disediakan bagi tamu yang akan menginap diisi oleh 2 orang didalam kamar.

Syarat dan Ketentuan
  1. Pemesanan dilakukan sebelum 2 minggu perjalanan.
  2. Pembayaran DP 50% sebelum 2 minggu perjalanan.
  3. Minimal 10 orang dalam 1 grup.
  4. Pelunasan pembayaran dilakukan 3 hari sebelum perjalanan.
  5. Jika melakukan pembatalan sebelum seminggu perjalanan pengembalian sebesar 5%.
  6. Melakukan pembatalan 3 hari perjalanan NO REFUND.





Kuliner Tradisional Batak

Arsik ( Dekke Na Ni Arsik )

Arsik adalah salah satu makan lezat dan spesial bagi masyarakat Batak.  Masakan ini memakai bumbu dasar kuning cerah sehingga terlihat lezat dan indah saat dihidangkan. Kuliner tradisional ini mempunyai nilai tinggi bagi adat Batak. Masakan ini sudah lama dibuat oleh para tua – tua kampung Batak sesudah zaman kemerdekaan.
Ikan yang digunakan masakan Arsik adalah ikan mas. Hal ini dikarenakan sejarah ikan mas dulu yang berada di danau toba sebagai ikan yang suci, dan tidak dapat ditangkap sembarangan, hanya boleh ketika upacara adat batak saja. Ikan mas ini diberikan dengan harapan baik, agar si penerima mendapat yang baik hari maupun perilakunya. Ukuran ikan yang diberikan juga beragam, sesuai orang dan  pangkatnya dalam adat Batak.
Arsik ini memiliki banyak fungsi dalam adat batak, masakan ini akan dihidangkan pada saat acara pernikahan adat, penyambutan orang penting, sulang – sulang pahompu, dan lain – lain. Lambang masakan Arsik ini adalah sebagai penyambutan, kebersamaan, kedamaian, kesetiaan dalam penyampaiannya. Hidangan yang dilakukanpun dipercayakan akan membawa kesan dam dampak yang baik bagi penerimanya. Acara yang dilakukan ini akan dilakukan dengan sungguh – sungguh karena adanya maksud dan harapan yang ingin dicapai dengan segera.
Ikan ini juga digunakan untuk meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ketika seseorang dalam keadaan sakit, mereka akan berdoa kepada Tuhan kepada orang sakit ini agar segera diberikan kesembuhan segera.
Selain itu, para masyarakat yang mengenal baik kuliner ini, selalu termotivasi untuk menikmati makanan ini. Mereka yang menginginkan kuliner ini adalah pecinta adat dan rindu dengan suasana kampung halaman atau orang – orang perantauan. Ketika menikmati, sebagian dari mereka terharu dengan keadaan kampung halaman dan keluarganya. Karena Arsik ini, memiliki rasa yang khas dari daerah sumatera yaitu suku Batak. Tidak dapat menahan rasa bahagia yang muncul, ketika menikmati makanan khas batak ini.
Tetapi motivasi suku nonBatak, ikut juga menikmati makanan ini, mereka senang dan terkesan dengan rasa yang dimiliki kuliner Batak ini. Kualitas yang dimiliki tidak kalah menariknya dengan masakan modern Indonesia.
Dekke Na Ni Arsik memiliki arti ikan yang dikeringkan. Begitupula dengan bumbu dan rempah yang digunakan dalam proses memasak. Rempah yang digunakan rempah dasar andaliman, asam jawa dan jeruk lemon, yang campurkan pada saat masak memasak. Ketika memasak Dekke Na Ni Arsik harus diperhatikan setiap waktunya, agar memilki kualitas masakan yang bagus.
Dalam penyampaian ikas mas ‘ Dekke Na Ni Arsik’ setiap ekornya memilki arti dalam suku Batak, saat pemberian ikan juga tidak boleh memilki angka genap, harus didapati angka yang ganjil. Setiap ekor ikan memiliki arti sebagai berikut :
        Satu ekor ikan, diperuntukan bagi pasangan yang baru menikah
        Tiga ekor ikan, diberikan bagim pasangan suami istri yang mendapkan anak
        Lima ekor ikan, bagi orangtua yang sudah mempunyai cucu
        Tujuh ekor ikan, diberikan kepada pemimpin bangsa batak
Dalam penyampaian ikan kepada pemimpin bangsa Batak, sudah tidak lagi digunakan Karena sudah melanggar kebesaran Tuhan, terkesan seperti raja yang tak ada imbangannya. Maka dari itu, arti tujuh ekor ini tidak lagi dipakai dalam adat Batak. Ikan Mas sangat penting keberadaannya di budaya Batak dan sampai sekarang orang Batak membudidayakan ikan Mas sebagai ternak peliharaan mereka. Karena ikan Mas akan selalu dipakai oleh suku Batak dalam melakukan adat istiadat dalam kehidupan sosialisasi antar sesama adat.








Kebudayaan suku Batak

Kebudayaan Batak
Batak adalah budaya yang di Indonesia yang dikenal keras dalam cara penyampaian kata. Bukan suatu kekerasan yang ditanamkan oleh budaya ini, tetapi karena adat/ kebiasaan yang sudah turun temurun melekat dalam kehidupan masyarakat batak. Kebiasaan yang dilakukan orang – orang batak, kesannya baik dan wajar bagi kalangan batak sendiri dan sekitarnya.
Suku – suku dalam adat batak tidak sedikit jumlahnya, ini dikarena suku yang dibawa oleh para nenek moyang yang merantau ke tempat yang berbeda – beda. Suku batak terdiri dari beberapa sub batak, suku – suku ini yaitu :
·         Suku Alas
·         Suku Kluet
·         Suku Karo
·         Suku Toba
·         Suku Pakpak
·         Suku Dairi
·         Suku Simalungun
·         Suku Angkola
·         Suku Mandailing
Sub suku batak ini berdiam seluruh bagian Sumatera yang merupakan suku terbanyak diikuti oleh masyarakat batak yang tinggal disana. Adat Batak yang kental, mengajarkan agar selalu sopan santun dalam segala hal dan saling menghargai yang lebih tua serta kompak dalam hubungan semarga. Dalam hal ini, suku Batak memiliki falsafah ‘Dalihan Na Tolu’ yang harus dipegang teguh dan diaplikasikan dalam kehidupan sosial. Isi ‘Dalihan Na Tolu’ itu adalah :
1.       Somba Marhula – hula ( hormat pada pihak keluarga ibu dan istri)
2.       Elek Marboru ( Ramah pada keluarga saudara perempuan )
3.       Manat Mardongan Tubu ( kompak dalam hubungan semarga ) .
Dalam adat Batak ada istilah yang disebut Tarombo, yaitu silsilah turunan marga yang sangat dihargai keberadaannya oleh para keturunannya. Keturunan marga – marga Batak harus mengetahui silsilah nenek moyang mereka, untuk suatu pengetahuan dan keakraban yang akan dijalin suatu saat nanti dengan orang Batak semarga yang ketemu di perantauan, makanya kebanyakan orang Batak yang berkenalan pertama kali di manapun, mereka akan menanyakan Silsilah, Marga dan Tarombo satu sama lain. Karena itu dilakukan untuk menjalin kasih persaudaraan sesama marga dan untuk mengatahui apakah mereka ‘Mardongan butuha’ satu tubuh marga atau ‘marhula – hula’ satu tubuh ( marga ) dengan ibu. 
Dalam adat Batak, banyak istilah nama ‘panggilan’ yang harus digunakan untuk menghormati nama mereka, walaupun ada yang salah dalam pengucapan panggilan yang tidak seharusnya, mereka tidak marah tetapi akan memperbaiki dan menjelaskan, apa yang sebenarnya harus dikatakan.
Cara duduk yang benarpun akan harus diterapkan dan diketahui oleh para anak dan boru Batak, karena mereka yang keturunan Batak disebut  Anak Ni Raja dan Boru Ni Raja. Seorang Raja harus sempurna dalam segalanya. Cara duduk dalam adat ini, mencerminkan unsur kehormatan besar pada pihak tertentu. Terkhusus pada seorang laki – laki yang merupakan seorang raja, harus menunjukan sikap seolah seperti seorang raja bersikap sopan dan berwawasan luas.
Masyarakat Batak bagian Sumatera adalah seorang petani juga peternak. Mereka lebih memilih untuk memiliki sawah dan ladang, untuk dijadikan lahan pencaharian. Ini dikarenakan para nenek moyang yang memilki lahan luas pada daerah Sumatera ketika pada zaman dahulu. Dan setiap mereka keturunan yang berasal dari marga nenek moyang tersebut, akan di bagikan lahan dengan  luas tanah yang sama. Bagian tanah tadi harus diolah dan tidak boleh dijualnya. Karena tanah itu dipercaya dapat menghidupi keluarganya sampai terus menerus tidak berkekurangan.
Kayakinan masyarakat Batak, sebagiannya masih kuat terhadap roh – roh nenek moyang mereka, yang dipercaya dapat melindungi mereka dalam segala ancaman. Masyarakat yang masih menerima keberadaan roh ini, adalah masyarakat dari pulau samosir dan daerah sekitarnya, yang masih sangat kental dalam adat istiadat Batak zaman kuno.

Batak di daerah Tobasa ( Toba Samosir ) dikenal memiliki rumah panggung yang berdiameter luas dan pelindung atas berbentuk seperti perahu. Nama rumah pada adat Batak disebut Rumah Bolon. Mereka membuat rumah panggung untuk tujuan beternak. Mereka menempatkan ternaknya dibawah rumah Bolon itu. Rumah ini memiliki tangga, tangga dalam Rumah Bolon selalu berjumlah ganjil. Dan memiliki pintu yang pendek, dengan maksud, agar setiap tamu yang masuk harus tunduk. Ini melambangkan kehormatan pada pemilik rumah.
 Bangunan sederhana ini dibuat oleh nenek moyang mereka dan masih diterapkan pada rumah – rumah di daerah Toba ini. Salah satu rumah yang popular dalam adat batak, yaitu rumah adat ‘Siwaluh Jabu’. Dalam rumah ini penghuni nya dapat terdiri dari 8 keluarga semarga Batak. Rumah ini adalah ruangan lepas yang luas, tanpa butuhpemisah/ penghalang. Namun, tetap ada pembagian ruangan. Walaupun tanpa memiliki pembatas, tapi itu dibatasi oleh garis – garis istiadat yang kuat. Ruangan tersebut memiliki nama masing – masing yang sudah ditentukan oleh adatnya masing – masing juga. Rumah Bolon Batak adalah satu untuk semua.
Dalam adat Batak diajarkan untuk selalu mendahulukan yang lebih tua dan saling menghormati serta kompak dalam satu tubuh. Semua orang batak adalah keluarga yang satu, karena memiliki keterkaitan hubungan dari nenek moyang. Walaupun seorang dengan yang lain tidak semarga ( satu tubuh ), tapi selalu ada yang mempersatukan hubungan mereka, seperti hubungan semarga dengan tante dan paman atau nantulang atau tulang dan lain – lain.  Hal yang seperti inilah yang membuktikan orang – orang Batak bersaudara dalam budaya marga. Tidak pernah berbeda dan putus, seolah seperti rantai yang sambung menyambung dan menjadi satu, itu lah adat Batak.