Kuliner
Tradisional Batak
Arsik
( Dekke Na Ni Arsik )
Arsik adalah salah satu
makan lezat dan spesial bagi masyarakat Batak. Masakan ini memakai bumbu dasar kuning cerah
sehingga terlihat lezat dan indah saat dihidangkan. Kuliner tradisional ini mempunyai
nilai tinggi bagi adat Batak. Masakan ini sudah lama dibuat oleh para tua – tua
kampung Batak sesudah zaman kemerdekaan.
Ikan yang digunakan
masakan Arsik adalah ikan mas. Hal ini dikarenakan sejarah ikan mas dulu yang
berada di danau toba sebagai ikan yang suci, dan tidak dapat ditangkap
sembarangan, hanya boleh ketika upacara adat batak saja. Ikan mas ini diberikan
dengan harapan baik, agar si penerima mendapat yang baik hari maupun
perilakunya. Ukuran ikan yang diberikan juga beragam, sesuai orang dan pangkatnya dalam adat Batak.
Arsik ini memiliki
banyak fungsi dalam adat batak, masakan ini akan dihidangkan pada saat acara
pernikahan adat, penyambutan orang penting, sulang – sulang pahompu, dan lain –
lain. Lambang masakan Arsik ini adalah sebagai penyambutan, kebersamaan,
kedamaian, kesetiaan dalam penyampaiannya. Hidangan yang dilakukanpun
dipercayakan akan membawa kesan dam dampak yang baik bagi penerimanya. Acara
yang dilakukan ini akan dilakukan dengan sungguh – sungguh karena adanya maksud
dan harapan yang ingin dicapai dengan segera.
Ikan ini juga digunakan
untuk meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ketika seseorang dalam
keadaan sakit, mereka akan berdoa kepada Tuhan kepada orang sakit ini agar
segera diberikan kesembuhan segera.
Selain itu, para
masyarakat yang mengenal baik kuliner ini, selalu termotivasi untuk menikmati
makanan ini. Mereka yang menginginkan kuliner ini adalah pecinta adat dan rindu
dengan suasana kampung halaman atau orang – orang perantauan. Ketika menikmati,
sebagian dari mereka terharu dengan keadaan kampung halaman dan keluarganya.
Karena Arsik ini, memiliki rasa yang khas dari daerah sumatera yaitu suku
Batak. Tidak dapat menahan rasa bahagia yang muncul, ketika menikmati makanan
khas batak ini.
Tetapi motivasi suku
nonBatak, ikut juga menikmati makanan ini, mereka senang dan terkesan dengan
rasa yang dimiliki kuliner Batak ini. Kualitas yang dimiliki tidak kalah
menariknya dengan masakan modern Indonesia.
Dekke Na Ni Arsik
memiliki arti ikan yang dikeringkan. Begitupula dengan bumbu dan rempah yang
digunakan dalam proses memasak. Rempah yang digunakan rempah dasar andaliman,
asam jawa dan jeruk lemon, yang campurkan pada saat masak memasak. Ketika
memasak Dekke Na Ni Arsik harus diperhatikan setiap waktunya, agar memilki
kualitas masakan yang bagus.
Dalam penyampaian ikas
mas ‘ Dekke Na Ni Arsik’ setiap ekornya memilki arti dalam suku Batak, saat
pemberian ikan juga tidak boleh memilki angka genap, harus didapati angka yang
ganjil. Setiap ekor ikan memiliki arti sebagai berikut :
¶
Satu ekor ikan, diperuntukan bagi
pasangan yang baru menikah
¶
Tiga ekor ikan, diberikan bagim pasangan
suami istri yang mendapkan anak
¶
Lima ekor ikan, bagi orangtua yang sudah
mempunyai cucu
¶
Tujuh ekor ikan, diberikan kepada pemimpin
bangsa batak
Dalam penyampaian ikan
kepada pemimpin bangsa Batak, sudah tidak lagi digunakan Karena sudah melanggar
kebesaran Tuhan, terkesan seperti raja yang tak ada imbangannya. Maka dari itu,
arti tujuh ekor ini tidak lagi dipakai dalam adat Batak. Ikan Mas sangat
penting keberadaannya di budaya Batak dan sampai sekarang orang Batak
membudidayakan ikan Mas sebagai ternak peliharaan mereka. Karena ikan Mas akan
selalu dipakai oleh suku Batak dalam melakukan adat istiadat dalam kehidupan
sosialisasi antar sesama adat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar